Baghdad merupakan pusat pemerintahan dan peradaban pada
masa Bani Abbasiyah. Ibu kota Negara pada awalnya adalah al-Hasyimiyah dekat
kufah. Namun, pada masa khalifah al-Mansyur ibu kota Negara dipindahkan ke kota
yang baru didirikannya yaitu kota Baghdad yang terletak di dekat ibu kota
Persia, Ctesipon, pada tahun 762 M.[1]
Sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat
peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam. Sebagai pusat
intelektual, di Baghdad terdapat beberapa pusat aktivitas pengembangan ilmu. Di
antaranya adalah Baitul Hikmah, yaitu lembaga ilmu pengetahuan yang menjadi
pusat pengkajian berbagai ilmu. Selain itu Baghdad juga sebagai pusat penterjemahan
buku-buku dari berbagai cabang ilmu ke dalam bahasa Arab.[2]
